Rabu, 26 Desember 2012

"Don't be in vain"

"HIDUP, sebuah kata sederhana yang menggambarkan sebuah AWAL dari semuanya.
HIDUP itu selalu sama yakni BERNAFAS. Yang membedakannya hanyalah bentuk dari KEHIDUPAN sendiri..."

Terkadang aku tak pernah mengerti kenapa bisa terlahir di dunia ini?

Senin, 26 November 2012

Batapih


        Tapih atau sarung merupakan sandang yang terdapat di belantara budaya Nusantara. Istilah ‘tapih’ sudah dikenal secara luas karena semua masyarakat mengenakan tapih dalam kehidupan sehari-hari. Ada yang digunakan sebagai selempang di bahu, ada yang dikenakan dalam ikatan di pinggang, serta selimut ketika tidur. Masyarakat di Banjarmasin mengenal tapih sebagai pakaian sehari-hari yang melekat di tubuh, digunakan untuk tutup kepala buat wanita, dijadikan selimut tubuh ketika duduk di warung pada subuh hari yang dingin, dijadikan kewajiban yang sakral untuk beribadah shalat maupun mengaji, malah dijadikan ayunan bayi tidur bapukung dan semboyan adat duduk bagi pengantin waktu akad nikah dan aqiqah anak. Sesuatu yang menarik adalah ketika para gadis mandi turun ke sungai, maka tapih akan diselimutkan pada tubuh dengan mengikat kedua ujung di bahu kanan. Sementara kaum ibu menutup tubuh dengan tapih di batas dada seraya melingkarkan handuk di bahunya. Tapih pun menjadi alat permainan remaja dan gadis sambil mandi bercebur membuat gelembung tapih ketika sore hari di sepanjang tepi sungai atau permainan remaja putra dan putri dalam bakalumbun tapih sebagai cara menebak sesorang di balik tapih yang tertutup.
        Berbeda motif antara tapih kaum lelaki dan perempuan, untuk para lelaki umumnya tapih dengan motif kotak atau garis silang mirip papan catur dengan warna biru muda atau kombinasi hitam dan merah. Sementara kaum wanita memiliki motif bunga atau daun berwarna coklat muda dan merah dengan dasar putih. Tidak semua orang terampil memakai tapih karena bisa kedodoran, kaum lelaki harus menekan di bawah dagu bagian tengah tapih kemudian membentang kencang kiri dan kanan, lalu menarik tapih sebelah kiri ke dada diikuti ujung tapih sebelah kanan dan menutup dengan ujung tapih yang di dagu tadi sehingga mudah digulung ke bawah sebatas pinggang. Sementara kaum wanita lebih mudah, cukup melipat dua tapih di bagian perut dan menyemat salah satu ujung tapih pada sisi kiri. Tentu beda tapih yang disebut bahalai panjang karena menggunakan babat yang memutar pinggang sebagai penguatnya. Adalagi tapih berukuran pendek dalam busana adat pengantin pria yang berbentuk ikat pinggang dengan motif halilipan merayap dibalut sulaman benang emas
        Meski saat ini dikatakan zaman modern dalam fashion, anak remaja dan kawula muda masih suka memakai tapih. Hal ini terlihat dari perayaan agama yang dihadiri mereka dengan tetap menggunakan tapih sebagai simbol beribadah. Walaupun terkadang hanya sebagai hiasan di bahu atau dibelitkan pada pinggang dengan kopiah haji bertengger di kepala. Dan, remaja puteri yang mandi ke sungai masih tetap berselimut tapih di tubuhnya sebagai simbol masih lajang. Tampaknya tapih yang dalam budaya banjar menjadi bagian tak terpisahkan dalam prilaku sehari-hari sehingga pantas diangkat menjadi icon kunjungan pariwisata dengan menghadiahkan ‘tapih banjar’ di samping kain sasirangan.

Selasa, 30 Oktober 2012

Mamanda Teater khas Kal-Sel


Mamanda adalah seni teater atau pementasan tradisional yang berasal dari Kaliman Selatan. Dibanding dengan seni pementasan yang lain, Mamanda lebih mirip dengan Lenong dari segi hubungan yang terjalin antara pemain dengan penonton. Interaksi ini membuat penonton menjadi aktif menyampaikan komentar-komentar lucu yang disinyalir dapat membuat suasana jadi lebih hidup.

Bedanya, Kesenian lenong kini lebih mengikuti zaman ketimbang Mamanda yang monoton pada alur cerita kerajaan. Sebab pada kesenian Mamanda tokoh-tokoh yang dimainkan adalah tokoh baku seperti Raja, Perdana Menteri, Mangkubumi, Wazir, Panglima Perang, Harapan Pertama, Harapan kedua, Khadam (Badut/ajudan), Permaisuri dan Sandut (Putri).

Tokoh-tokoh ini wajib ada dalam setiap Pementasan. Agar tidak ketinggalan, tokoh-tokoh Mamanda sering pula ditambah dengan tokoh-tokoh lain seperti Raja dari Negeri Seberang, Perompak, Jin, Kompeni dan tokoh-tokoh tambahan lain guna memperkaya cerita.

Disinyalir istilah Mamanda digunakan karena di dalam lakonnya, para pemain seperti Wazir, Menteri, dan Mangkubumi dipanggil dengan sebutan pamanda atau mamanda oleh Sang Raja. Mamanda secara etimologis terdiri dari kata "mama" (mamarina) yang berarti paman dalam bahasa banjar dan “nda” yang berarti terhormat. Jadi mamanda berarti paman yang terhormat. Yaitu “sapaan” kepada paman yang dihormati dalam sistem kekerabatan atau kekeluargaan.

Seni drama tradisional Mamanda ini sangat populer di kalangan masyarakat kalimantan pada umumnya. Bahkan, beberapa waktu silam seni lakon Mamanda rutin menghiasi layar kaca sebelum hadirnya saluran televisi swasta yang turut menyaingi acara televisi lokal. Tak heran kesenian ini sudah mulai jarang dipentaskan.

Dialog Mamanda lebih kepada improvisasi pemainnya. Sehingga spontanitas yang terjadi lebih segar tanpa ada naskah yang mengikat. Namun, alur cerita Mamanda masih tetap dikedepankan. Disini Mamanda dapat dimainkan dengan naskah yang utuh atau inti ceritanya saja.

SEJARAH

Asal muasal Mamanda adalah kesenian Badamuluk yang dibawa rombongan Abdoel Moeloek dari Malaka tahun 1897. Dulunya di Kalimantan Selatan bernama Komedi Indra Bangsawan. Persinggungan kesenian lokal di Banjar dengan Komedi Indra Bangsawan melahirkan bentuk kesenian baru yang disebut sebagai Ba Abdoel Moeloek atau lebih tenar dengan Badamuluk. Kesenian ini hingga saat ini lebih dikenal dengan sebutan mamanda.

Bermula dari kedatangan rombongan bangsawan Malaka (1897 M) yang dipimpin oleh Encik Ibrahim dan isterinya Cik Hawa di Tanah Banjar, kesenian ini dipopulerkan dan disambut hangat oleh masyarakat Banjar. Setelah beradaptasi, teater ini melahirkan sebuah teater baru bernama "Mamanda".

ALIRAN DAN NILAI BUDAYA

Mamanda mempunyai dua aliran. Pertama adalah Aliran Batang Banyu yang hidup di pesisir sungai daerah Hulu Sungai yaitu di Margasari. Sering juga disebut Mamanda Periuk. Kedua adalah Aliran Tubau yang bermula tahun 1937 M. Aliran ini hidup di daerah Tubau, Rantau. Sering dipentaskan di daerah daratan. Aliran ini disebut juga Mamanda Batubau. Aliran ini yang berkembang di Tanah Banjar.

Pertunjukkan Mamanda mempunyai nilai budaya Yaitu pertunjukkan Mamanda disamping merupakan sebagai media hiburan juga berfungsi sebagai media pendidikan bagi masyarakat Banjar. Cerita yang disajikan baik tentang sejarah kehidupan, contoh toladan yang baik, kritik sosial atau sindiran yang bersifat membangun, demokratis, dan nilai-nilai budaya masyarakat Banjar.
Bermula, Mamanda mempunyai pengiring musik yaitu orkes melayu dengan mendendangkan lagu-lagu berirama melayu, sekarang beralih dengan iringan musik panting dengan mendendangkan Lagu Dua Harapan, Lagu Dua Raja, Lagu Tarima Kasih, Lagu Baladon, Lagu Mambujuk, Lagu Tirik, Lagu Japin, Lagu Gandut , Lagu Mandung-Mandng, dan Lagu Nasib.

 

Senin, 29 Oktober 2012

SSD Periode 2012-2013


Nah.. kali ini ane mau memperkenalkan orang-orang yang nangkring jadi pengurus di Organisasi yang ane pimpin bersama kawan-kawan, lebih tepatnya para pengurus Sanggar Seni Demokrat (SSD).
langsung aja nih tanpa basa-basi lagi, dimulai dari ;



Nama : M. Najmi Adhani
a.k.a : Cmenk
Jabatan : Pembina SSD
Catatan : Tercatat sebagai Sarjana Ilmu Pemerintahan di fakultas ilmu sosial dan ilmu politik, pemilik sekaligus manger dari Sport-Zone (toko yang menjual jersey klub-klub sepak bola ternama) yang terletak di SBC UNLAM Banjarmasin. Seseorang yang sangat konsisten dengan pendiriannya, sutradara yang lumayan handal, abang ini juga merupakan bagian dari MPA Fisipioner FISIP UNLAM, soal umur hmmm.. sepertinya gak perlu dibahas disini ya hehe takut yang bersangkutan (tiii...sensor...iiitt), o iya abang ini termasuk orang yang selektif dalam memilih jodoh hehe (bahasa halusnya)



Nama : Akhmad Nazar Anugerah
a.k.a : Mbe
Jabatan : Ketua Umum SSD
Catatan : Tercatat sebagai mahasiswa ilmu komunikasi di FISIP UNLAM Banjarmasin, yang tak pernah bosannya berusaha untuk mendapatkan IP 3. Seseorang yang memiliki kharisma humoris, kocak, gokil, dan aneh, tidak tahu kenapa orang seperti ini bisa menjabat sebagai ketua umum (hal ini perlu dipertanyakan), makhluk yang baru berusia genap 18 tahun ini memiliki daya tarik yang cukup membahayakan (sstttt...fotonya jangan terlalu dipandang lah.. kaluku jatuh cinta) haha.. Mbe ini termasuk mahasiswa yang sangat loyal terhadap organisasi yang digelutinya. mungkin apabila disuruh memilih organisasi atau kuliah, tentu saja orang ini akan memilih kuliah (nah lho??). Mungkin itu saja pendeskripsian dari orang ini (padahal ini adalah penulis Blog sendiri) Salam Seni !



Nama : Yulini Agustina
a.k.a : Acil
Jabatan : Sekretaris SSD
Catatan : Tercatat sebagai mahasiswi ilmu pemerintahan di FISIP UNLAM Banjarmasin, merupakan bagian dari MPA Fisipioner FISIP UNLAM. Mengenai orang ini ane gak begitu tahu, yang pasti orang ini rajin maka dari itu dia menjabat sekretaris SSD. Mengenai karakteristik Acil Yulin ini orangnya baik hati, ramah, dan tidak sombong, tapi terkadang orang lain sulit mengartikan apa yang sebenarnya ada di dalam pikirannya, termasuk saya yang sering mengalami missunderstanding dengannya, tapi tidak apa lah, yang pasti orang ini sangat loyal terhadap organisasi yang dijalaninya. salut deh sama Acil.





Nama : Chairaniwati
a.k.a : Rani
Jabatan : Bendahara SSD
Catatan : Tercatat sebagai mahasiswi ilmu komunikasi FISIP UNLAM Banjarmasin, sekaligus bagian dari HIMAKOM. dapat dikatakan sebagai seorang yang cekatan, bisa dilihat dari noda hitam di bawah hidungnya (apa hubungannya coba?). Orang yang pintar, rajin, tekun, pandai, perlu diketahui juga orang ini termasuk orang yang moody-an, wajar aja lah.. sebagai Bendahara dia memegang tanggung jawab yang besar, kadang ane juga sering bikin ni anak frustasi hehe, ups.. foto dibawah ini adalah kekasih hatinya, hmm.. pasangan yang serasi sekaligus kontras (bisa dilihat dari fotonya) hehehe.. Sekian aja deh untuk Rani.




Nama : M. Aswin Nugroho
a.k.a : Awin (begitu pacarnya memanggil)
Jabatan : Humas SSD
Catatan : Tercatat sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UNLAM Banjarmasin, Anggota HIMAKOM. Aseli orang Pelaihari. Scooterist mania, kalo mau nanya mengenai vespa ini orang ahlinya coy, dia termasuk seorang yang pemikir, kritis dan kharismatik diantara kelompoknya, idealis, loyal terhadap organisasi. Termasuk orang yang simpel dan tidak pernah mau direpotkan dengan hal-hal yang tidak perlu. Terkadang saya merasa keterikatan batin dengan ini anak sangat kuat, apalagi bila kami mulai memikirkan sesuatu yang aneh-aneh dan kami merasa lucu sendiri. Mungkin ini aja yang bisa ane deskripsikan mengenai abang Awin.





Nama : M. Fathani Ghani
a.k.a : Taring
Jabatan : Koordinator Teater
Catatan : Tercatat sebagai mahasiswa ilmu komunikasi FISIP UNLAM Banjarmasin, bagian dari MPA Fisipioner FISIP. kenapa orang ini disebut Taring? kalian bisa menemukan jawabannya setelah dia membuka mulutnya...,termasuk orang yang idealis, pemikir, rajin, dan petualang sejati. Loyalitas terhadap organisasinya dapat dikatakan  sangat tinggi. Humoris, jenaka, kocak, gokil, dan sebagainya. Ane mulai bingung mendeskripsikan ini anak, gak fokus coy.. lo liat aja fotonya, kalian masih ingat kartun anak Digimon kan? mungkin dia lah salah satu tokoh nyata yang ada di dunia. hahahaha... sori Ring.. ane sudah kehabisan kata-kata





Nama : Kanda Ayub
a.k.a : Ayub
Jabatan : Koordinator Paduan Suara
Catatan : Tercatat sebagai mahasiswa ilmu komunikiasi FISIP UNLAM Banjarmasin, anggota HIMAKOM, anggota Paduan Suara. Seorang vocalist dari sebuah band yang bernama Syndicate Roses, termasuk orang yang pemikir, kalo gak percaya lo tes aja main catur sama ini anak buset dah lo pasti berpikir Ayub ini punya otak lebih dari satu di dalam kepalanya. Gokil, kocak, humoris itu lah ciri khas anak komunikasi di FISIP UNLAM Banjarmasin ini. Loyalitas terhadap organisasi cukup tinggi. mungkin ini aja yang bisa ane deskripsikan dari abang vocalist ini. Salah khilaf mohon maaf ya um...






Nama : Siti Hajjara Diniati
a.k.a : Suzana  Eh, Dini aja deh...
Jabatan : Koordinator Seni Tari
Catatan : Tercatat sebagai mahasiswi ilmu komunikasi FISIP UNLAM Banjarmasin, anggota HIMAKOM. Aseli dari Kalimantan Tengah. Bila di lihat dari fotonya kalian pasti langsung beranggapan bahwa ini anak adalah jelamaan dari tokoh sekaligus ratu horor Indonesia mbak Suzana hehe tapi tenang aja dia bukan salah satu reinkarnasinya, tenang.. .Dini ini termasuk orang yang suffel, mudah bergaul, ramah, rajin, pinter, cantik juga ups..hati-hati bray pacarnya ada di bawah sambil melotot, bahaya ! hahaha. yah mungkin itu saja yang ane ketahui dari Suzana eh..Dini. Salah khilaf mohon maaf ya non,. Piiiisss... 






Nama : M. Ajri Adzimi
a.k.a : Ajro
Jabatan : Koordinator Seni Musik
Catatan : Tercatat sebagai mahasiswa ilmu komunikasi FISIP UNLAM Banjarmasin. Termasuk orang yang pendiam namun Gokil, humoris, kocak, yah begitulah namanya juga anak komunikasi. Tubuhnya adalah Kanvas Baginya haha mungkin kalian bisa mengerti maksud ane apa, jangan lihat penampilan luarnya coy, lihat pas dia buka baju. woooow !

 
Nama : Yosi Amin
a.k.a : Tole
Jabatan : Bagian Perlengkapan
Catatan : Tercatat sebagai mahasiswa ilmu komunikasi FISIP UNLAM Banjarmasin, anggota HIMAKOM. dilihat dari jabatannya pasti sudah terduga kalo ini anak rajin, sopan, ramah, mungkin kalian sudah tau bagaimana ciri-ciri anak komunikasi hehe tidak perlu ane jelaskan lagi. Loyalitasnya terhadap organisasi sangat kuat, kontribusinya terhadap Sanggar Seni Demokrat juga bagus, anak ini memiliki segala sesuatu yang dibutuhkan Sanggar, hehe itulah mengapa Tole ane angkat sebagai Bagian dari Perlengkapan di SSD. mungkin itu saja yang bisa ane deskripsikan dari Tole. O..iya jangan tersinggung ya le kalo sebenarnya jabatan Perlengkapan ini nama lainnya adalah Jabatan 'Kuli' hahahaha... 


Nama : M. Rifky Kurnia
a.k.a : Gondrong
Jabatan : Bagian Dokumentasi
Catatan : Tercatat sebagai mahasiswa ilmu komunikasi FISIP UNLAM Banjarmasin, anggota HIMAKOM. sudah ane duga pasti kalian bertanya-tanya kenapa ini anak a.k.a nya Gondrong, lo liat aja benda diantara hidung dan mulutnya itu pasti kalian akan menemukan jawaban yang sebenarnya ups. Gondrong ini adalah salah satu anak dari orang tua yang bekerja sebagai redaktur PWI, jadi gak salah kan ane naroh ini anak di bagian dokumentasi hehe.
kalo berbicara masalah kongkow-kongkow sama game ini anak rajanya coba aja bicara kuliah, kaga tau kenapa ini anak kayaknya gak ada semangat buat kuliah, itu dulu coy..,akhir-akhir ini Gondrong sudah kembali ke jalan yang benar setelah dia bergabung di Sanggar Seni Demokrat. yah mungkin itu aja yang bisa ane deskripsikan dari abang kumis ini. tengkyu Gon.. Piss

Senin, 22 Oktober 2012

Musik Panting Tradisional Kal-Sel

1) Sejarah Musik Panting
Pada awalnya musik Panting berasal dari daerah Tapin, Kalimantan Selatan. Panting merupakan alat musik yang dipetik yang berbentuk seperti gambus Arab tetapi ukurannya lebih kecil. Pada waktu dulu musik panting hanya dimainkan secara perorangan atau secara solo. Karena semakin majunya perkembangan zaman dan musik Panting akan lebih menarik jika dimainkan dengan beberapa alat musik lainnya, maka musik panting sekarang ini dimainkan dengan alat-alat musik seperti babun, gong,dan biola dan pemainnya juga terdiri dari beberapa orang. Nama musik panting berasal dari nama alat musik itu sendiri, karena pada musik Panting yang terkenal alat musiknya dan yang sangat berperan adalah Panting, sehingga musik tersebut dinamai musik panting. Orang yang pertama kali memberi nama sebagai musik Panting adalah A. Sarbani. Dan sampai sekarang ini musik Panting terkenal sebagai musik tradisional yang berasal dari Kalimantan Selatan.

2) Tokoh-Tokoh
Pada umumnya orang yang memainkan musik Panting adalah masyarakat Banjar. Tokoh yang paling terkenal sebagai pemain Panting adalah A. Sarbaini. Dan ada juga grup-grup musik Panting yang lain. Tetapi sekarang ini seiring dengan adanya perkembangan zaman grup musik Panting menjadi semakin sedikit bahkan jarang ditemui.

3) Alat-alat Musik
Alat-alat musik Panting terdiri dari :
  • Panting, alat musik yang berbentuk seperti gabus Arab tetapi lebih kecil dan memiliki senar. Panting dimainkan dengan cara dipetik.
  • Babun, alat musik yang terbuat dari kayu berbentuk bulat, ditengahnya terdapat lubang, dan di sisi kanan dan kirinya dilapisi dengan kulit yang berasal dari kulit kambing. Babun dimainkan dengan cara dipukul.
  • Gong, biasanya terbuat dari aluminium berbentuk bulat dan ditengahnya terdapat benjolan berbentuk bulat. Gong dimainkan dengan cara dipukul.
  • Biola, sejenis alat gesek.
  • Suling, bambu, dimainkan dengan cara ditiup.
  • Ketipak, bentuknya mirip tarbang tetapi ukurannya lebih kecil, dan kedua sisinya dilapisi dengan kulit.
  • Tamburin, alat musik pukul yang terbuat dari logam tipis dan biasanya masyarakat Banjar menyebut tamburin dengan nama guguncai.
 4) Cara Penyajian
Menurut cara penyajiannya Panting termasuk jenis musik ansambel campuran. Karena terdiri dari berbagai jenis alat musik. Dalam pertunjukan musik Panting, biasanya jumlah pantingnya sebanyak 3 buah dan ditambah alat-alat musik lainnya. Musik panting disebut juga dengan nama japin apabila penyajiannnya diiringi dengan tarian. Musik panting disajikan dengan lagu-lagu yang biasanya bersyair pantun. Pantun tersebut berisi nasihat ataupun pantun petuah, dan pantun jenaka. Lagu yang dinyanyikan monotor, yang artinya musik tersebut dinyanyikan tanpa ada reff. Pemain musik Panting memainkan musik tersebut dengan cara duduk, para pemain laki-laki duduk dengan bersila, sedangkan pemain perempuan duduk dengan bertelimpuh. Para pemain musik Panting pada umumnya mengenakan pakaian Banjar. Yang laki-laki mengenakan peci sebagai tutup kepala sedangkan pemain perempuan menggunakan kerudung.

5) Fungsi
Musik Panting mempunyai fungsi sebagai :
  • Sebagai hiburan, karena musiknya dan syair-syairnya yang kadang-kadang jenaka dan dapat menghibur orang banyak. Oleh karena itu, musik panting sering digunakan pada acara perkawinan.
  • Sebagai sarana pendidikan, karena di dalam musik Panting syainya berisi tentang nasihat-nasihat dan petuah.
  • Sebagai musik yang memiliki nilai-nilai agama, karena musik-musiknya mengandung unsur-unsur agama.
  • Untuk mempererat tali silaturahmi antar sesama warga masyarakat.
  • Sebagai kesenian musik tradisional yang berasal dari Kalimantan Selatan.
(Sumber : Wikipedia)